Memulai pertemanan dengan GoPro Hero 3 | M Reza Faisal

reza

full-time(software-developer,lecturer); part-time(traveller, food-tester);

Memulai pertemanan dengan GoPro Hero 3

Feb 17, 2013 by     No Comments    Posted under: I am Experience

Akhir tahun 2012 kemaren, sempat melakukan perjalanan ke Derawan tentu saja membawa D90 untuk merekam gambar (bukan video) dan melengkapi casing underwater murah meriah dengan harapan bisa mengambil foto seperti ini.

image

{foto dari : indraiwan.blogspot.com lewat mesin pencarian google}

atau seperti ini :

image

{foto dari : www.diversiondivetravel.com.au lewat mesin pencarian google}

Tapi apa daya ternyata casing underwater murah meriah + D90 bukan teman yang cocok buat saya karena sangat sulit untuk kontrol setting dan melakuan pencarian fokus. Berikut penampakan casing underwater Dicapac WP-S10.

image

{foto dari : www.sulit.com.ph lewat mesin pencarian google}

Pasti sudah terbayang sendiri bagaimana jika kalian di posisi itu, ribet pegangnya karena casing-nya selalu “membawa” tangan untuk mengambang dan deg-degan kawatir kalau kemasukan air dan D90 menjadi korban.  Hasilnya pun kurang memuaskan dari segi kuantitas (karena memang saya sendiri yang tidak pandai berteman dengan casing tersebut, jadi bukan salah casing-nya hehehe, ntar salah tulis bisa-bisa diprotes oleh yang punya produk). Dan akhirnya Dicapac WP-S10 ini tidak berumur lama ada di kamar, karena keburu masuk bursa FN dan kaskus untu diuangkan :)

Iseng-iseng ngobrol membahas soal casing underware bersama ko @RisalLaw, tersebutlah sebuah nama yaitu GoPro Hero 3.  Dan ternyata berjodoh, terhitung sejak bulan Januari 2013, terdaftar teman baru di dalam drybox, yaitu GoPro Hero 3 Black Edition.

{Kenapa GoPro Hero 3?}

Pertama adalah ukurannya yang kecil, seakan dunia di genggaman :)

image

{foto dari : www.engadget.com via google.com).

Secara default sudah ada casing underwaternya yang “tahan” sampai kedalaman 60m (walau saya ngga akan sampai nyelem sedalam itu sih, paling cuma main-main air dengan pelampung, karena status sampai ini belum diberikan kemampuan untuk bisa berenang). Bahkan dengan casing underwater-nya pun masih kecil untuk digenggam :)

image

Kemudian punya kemampuan untuk “ditempel” dimana saja, di kepala, di kaki, di dada, di mobil, di sepeda, di helm, di papan surfing, dimana pun :)

image image

Jadi tidak ribet lagi saat sedang snorkeling untuk ambil foto, tidak kawatir air masuk, tidak akan ngambang, dan tidak ribet dibawanya.

{Kenapa GoPro Hero 3 Black Edition}

Kenapa harus Black Edition, walaupun ada White Edition atau Silver Edition? Menurut thread Kakus yang diikutin di sini : http://www.kaskus.co.id/show_post/50ee140ae574b4147f000005/1367/serba-serbi-hd3-series, disebutkan beberapa hal penting seperti berikut :

  • White Edition adalah platform HD1, tetapi ada WiFi dan housing sudah flat lens, alias tidak ada lagi out-of-focus di bawah air karena error focus yang terjadi bagi lensa design untuk udara yang berbentuk cekung lalu di pakai di air, seperti di housing HD1 dan HD2.
  • Silver Edition adalah platform HD2, tetapi ada WiFi dan housing sudah flat lens, alias tidak ada lagi out-of-focus di bawah air karena error focus yang terjadi bagi lensa design untuk udara yang berbentuk cekung lalu di pakai di air, seperti di housing HD1 dan HD2 ditamba Cam Raw white balance dan beberapa preset white balance.
  • Black Edition, Ini lah totally new plafform dan true 2.7k resolution sampai 30 frame per second. 4K nya tidak di hitung sebab cuma 12.5 frame per second.  Data bit rate sampai 45 mbps. 2.7k adalah double dari resolution 1080p.  Dimana 1080p adalah 1,920 x 1,080 pixel = 2,073,500 pixel dan 2.7K cinematic adalah 2,704 x 1524 pixel = 4,120,896 pixel….WoooooW!!!

Detailnya bisa dilihat pada tabel berikut ini :

image

Untuk foto bisa disetting untuk menggunakan sampai 12MP kemudian 7MP atau 5MP, sesuai keinginan kita.

Dan berikut perbandingannya antara ketiga edisi dari GoPro Hero 3 ini.

image

{Fitur Yang Memudahkan}

Terdapat beberapa fitur yang mudah untuk kita mengambil foto dan video.  Ada 4 fitur utama yang sering saya gunakan :

  • Video, di fitur ini kita bisa setting agar saat merekam video sekalian mengambil gambar setiap jangka waktu tertentu.
  • Photo.
  • Brust, fitur ini memungkina kita mengambil foto ala gaya menembak peluru dengan senapan mesin otomatis, artinya sekali pencet bisa merekan puluhan foto sekaligus. Jadi jika kita sedang memoto orang meloncat maka kita bisa mengabadikan sejak dia meloncat sampai turun dan cuma di Black Edition yang memungkinkan bisa mengambil sampai 30 gambar per detik. Lumayaan.
  • Timelapse, nah ini fitur yang sangat membantu jika ingin membuat video dari gabungan ratusan atau ribuan foto yang diambil dalam jangka waktu tertentu.  Di GoPro Hero 3, dapat dengan mudah kita ingin mengambil foto setiap x detik sekali. Ada 5 detik sekali, 10 detik sekali….kita yang tentukan.  Hasilnya bisa dinikmati di bawah ini.
Video hasil dari lebih 1500 foto

Dan juga video ini :

Bukan hanya pergerakan awan yang asik dinikmati sebagai timelapse, untuk lucu-lucuan pun bisa :)

Seperti sekian dulu tulisan pertama tentang pengalaman GoPro Hero 3 kali ini :)

Got anything to say? Go ahead and leave a comment!

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

Fotolia

Fotolia

ShutterStock


Fotolia
© 2013 eSevens
%d bloggers like this: