Ketika Teori Baru adalah Bukan “Barang/Kasus” Baru | M Reza Faisal

reza

full-time(software-developer,lecturer); part-time(traveller, food-tester);

Ketika Teori Baru adalah Bukan “Barang/Kasus” Baru

Jun 9, 2016 by     No Comments    Posted under: Hoaxville

Pernah mendengar algoritma Ant Colony Optimation? Algoritma yang katanya terinspirasi dari prilaku semut yang digunakan untuk memecahkan masalah komputasi untuk optimasi penemuan jalur terbaik pada graph. Selain itu mungkin juga ada permasalahan lain di dunia nyata yang menjadi teori, seperti Travelling Salesman Problem.

Contoh lain adalah Teori Newton tentang gravitasi. Teori baru yang merupakan hasil dari pemasalahan atau kasus yang sudah ada.

blog07

Atau teori dari Archimedes yang di dapat ketika dia mandi berendam di bak mandi.

Teori yang menghasilkan hukum Archimedes berikut ini:

Ketika sebuah benda di celupkan atau dimasukkan ke dalam suatu zat cair maka benda tersebut akan mendapat gaya ke atas atau gaya apung yang besarnya sama dengan berat zat yang dicelupkan.

Dan mungkin masih banyak teori-teori lain yang datangnya dari sesuatu yang sudah terjadi di dunia nyata.

Hal yang sama juga mungkin dapat dilihat pada film A Beautiful Mind ini.

blog01

Di bagian awal film (menit ke 9), John Nash mencoba mencari ide baru dari risetnya dengan mengamati prilaku burung merpati.

blog02

blog03

Walau merpati-marpati tersebut tidak memberikan ide apa-apa kepada John Nash. Sampai akhirnya John Nash dan teman-temannya lagi ngobrol di bar dan melihat seorang wanita cantik datang bersama teman-temannya. Teman-teman John Nash, sepertinya sama-sama tertarik kepada wanita cantik tersebut.

Dan saat itu salah satu teman John Nash memaparkan satu teori dari bapak ekonomi modern, Adam Smith. Teori tersebut menyebutkan:

Didalam persaingan…Ambisi perorangan melayani kepentingan umum. Setiap orang untuk dirinya sendiri.

Dan di sini John Nash, memiliki pemikiran jika teori Adam Smith perlu revisi.

blog05

John Nash berpikiran …

“Kalau kita semua menghampiri si pirang, Kita akan saling menghalangi satu sama lain. Tak ada satu pun dari kita yang akan mendapatkannya. Jadi kalau kita menghampiri teman-temannya,  tetapi mereka semua akan memberikan kita penolakan.  karena tidak ada yang suka menjadi pilihan kedua.

Nah, bagaimana jika tidak ada yang menghampiri untuk si pirang? Kita tidak akan saling menghalangi satu sama lain, dan kita tidak menghina gadis-gadis yang lain Itulah satu-satunya cara kita menang.”

blog06

Kemudian John Nash mengulang teori dari Adam Smith, yaitu:

“Adam Smith mengatakan: hasil terbaik datang  dari semua orang dalam kelompok yang melakukan  apa yang terbaik untuk dirinya sendiri, bukan?”

Dan John Nash menyatakan jika pernyataan itu belum lengkap, karena semestinya harus ditambahkan dengan:

“Karena hasil terbaik akan datang  dari semua orang dalam kelompok  melakukan apa yang terbaik untuk dirinya sendiri dan kelompoknya”

Dan akhirnya teori baru dibuat oleh John Nash, teori yang mengubah teori Adam Smith yang telah 150 tahun ada.  Tetapi bukan dari “kasus” baru, karena “kasus” itu telah ada.

Teori tersebut dikenal dengan Nash Equilibrium yang menjadi solusi permasalahan pada Game Theory.

{Kesimpulan}

Dari cerita di atas dapat dilihat bahwa mungkin tidak ada teori baru dari kasus baru, yang ada hanyalah teori baru dari kasus yang telah ada atau yang telah terjadi di dunia nyata. Dan mungkin masih banyak kasus-kasus di dunia nyata yang belum “diteorikan”.

Yang relatif baru mungkin bisa melihat paper berjudul:

Animal migration optimization: An optimization algorithm inspired by animal migration behavior

yang katanya merupakan algoritma yang terinspirasi oleh cara migrasi hewan.

Got anything to say? Go ahead and leave a comment!

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

Fotolia

Fotolia

ShutterStock


Fotolia
© 2013 eSevens
%d bloggers like this: