{"id":2577,"date":"2015-09-17T13:01:00","date_gmt":"2015-09-17T13:01:00","guid":{"rendered":"http:\/\/www.rezafaisal.net\/?p=2577"},"modified":"2016-03-04T04:38:17","modified_gmt":"2016-03-04T04:38:17","slug":"6-tempat-eksotis-di-yogyakarta-yang-harus-dikunjungi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.rezafaisal.net\/?p=2577","title":{"rendered":"6 tempat eksotis di Yogyakarta yang harus dikunjungi"},"content":{"rendered":"<p>Berikut adalah goa-goa dan pantai-pantai paling eksotis di Yogyakarta yang harus kamu kunjungi \u2026 #halah, kalimatnya sudah seperti acara tipi On The Spot saja :P<\/p>\n<p>Tahun 2015 adalah kali kedua mampir di Yogyakarta, sebelumnya mampir hanya numpang lewat setelah melakukan perjalanan dari Semarang dan Magelang, nah sekarang mampir untuk sengaja melihat Yogyakarta lebih lama dan lebih dekat.<\/p>\n<p>Selain mampir ke Borobudur di Magelang, kuliner di alun-alun dan mampir di berbagai tempat jualan gudeg yang khusus adalah mencoba menjajal beberapa jenis tempat seperti gunung, goa dan pantai\u2026lengkap, dalam waktu 3 hari.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>{<strong><em>Gunung Merapi<\/em><\/strong>}<\/p>\n<p>Setelah peristiwa meletusnya gunung ini, tempat ini tidak mati begitu saja atau ditinggalkan begitu saja, tetapi saat terakhir ke sana, tempat ini sudah hidup kembali. Tetapi ada perkampungan yang sangat parah kondisinya sehingga akhirnya dijadikan museum sekaligus monumen kejadian letusan gunung Merapi.\u00a0 Berikut adalah beberapa foto kampung yang terkena efek hebat dari letusan gunung Merapi ini.<\/p>\n<p><a href=\"http:\/\/www.rezafaisal.net\/wp-content\/uploads\/2016\/02\/blog01-5.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" style=\"background-image: none; padding-top: 0px; padding-left: 0px; display: inline; padding-right: 0px; border: 0px;\" title=\"blog01\" src=\"http:\/\/www.rezafaisal.net\/wp-content\/uploads\/2016\/02\/blog01_thumb-3.jpg\" alt=\"blog01\" width=\"600\" height=\"400\" border=\"0\" \/><\/a><\/p>\n<p><a href=\"http:\/\/www.rezafaisal.net\/wp-content\/uploads\/2016\/02\/blog02-5.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" style=\"background-image: none; padding-top: 0px; padding-left: 0px; display: inline; padding-right: 0px; border: 0px;\" title=\"blog02\" src=\"http:\/\/www.rezafaisal.net\/wp-content\/uploads\/2016\/02\/blog02_thumb-3.jpg\" alt=\"blog02\" width=\"604\" height=\"404\" border=\"0\" \/><\/a><\/p>\n<p>Kalau mampir ke sini jangan lupa untuk beli cemilan serba jahe di warung dekat museum ini :)<\/p>\n<p><a href=\"http:\/\/www.rezafaisal.net\/wp-content\/uploads\/2016\/02\/blog03-5.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" style=\"background-image: none; padding-top: 0px; padding-left: 0px; display: inline; padding-right: 0px; border: 0px;\" title=\"blog03\" src=\"http:\/\/www.rezafaisal.net\/wp-content\/uploads\/2016\/02\/blog03_thumb-3.jpg\" alt=\"blog03\" width=\"600\" height=\"400\" border=\"0\" \/><\/a><\/p>\n<p>Nah untuk menuju perkampungan ini atau berkeliling daerah gunung Merapi dapat menyewa mobil Jeep atau motor trail.<\/p>\n<p><a href=\"http:\/\/www.rezafaisal.net\/wp-content\/uploads\/2016\/02\/blog04-5.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" style=\"background-image: none; padding-top: 0px; padding-left: 0px; display: inline; padding-right: 0px; border: 0px;\" title=\"blog04\" src=\"http:\/\/www.rezafaisal.net\/wp-content\/uploads\/2016\/02\/blog04_thumb-3.jpg\" alt=\"blog04\" width=\"600\" height=\"400\" border=\"0\" \/><\/a><\/p>\n<p><a href=\"http:\/\/www.rezafaisal.net\/wp-content\/uploads\/2016\/02\/blog05-5.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" style=\"background-image: none; padding-top: 0px; padding-left: 0px; display: inline; padding-right: 0px; border: 0px;\" title=\"DCIM\\101GOPRO\" src=\"http:\/\/www.rezafaisal.net\/wp-content\/uploads\/2016\/02\/blog05_thumb-3.jpg\" alt=\"DCIM\\101GOPRO\" width=\"600\" height=\"400\" border=\"0\" \/><\/a><\/p>\n<p>Dengan naik mobil Jeep dijamin lumayan menengangkan tetapi tetap aman. Dengan mobil terbuka maka udara dan hawa segar merapi juga dapat dinikmati. Dan terakhir, jika beruntung cuaca cerah tanpa awan, maka dari lokasi ini dapat dilihat gunung Merapi.<\/p>\n<p><a href=\"http:\/\/www.rezafaisal.net\/wp-content\/uploads\/2016\/02\/blog06-4.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" style=\"background-image: none; padding-top: 0px; padding-left: 0px; display: inline; padding-right: 0px; border: 0px;\" title=\"blog06\" src=\"http:\/\/www.rezafaisal.net\/wp-content\/uploads\/2016\/02\/blog06_thumb-3.jpg\" alt=\"blog06\" width=\"600\" height=\"400\" border=\"0\" \/><\/a><\/p>\n<p><a href=\"http:\/\/www.rezafaisal.net\/wp-content\/uploads\/2016\/02\/blog07-2.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" style=\"background-image: none; padding-top: 0px; padding-left: 0px; display: inline; padding-right: 0px; border: 0px;\" title=\"blog07\" src=\"http:\/\/www.rezafaisal.net\/wp-content\/uploads\/2016\/02\/blog07_thumb-2.jpg\" alt=\"blog07\" width=\"600\" height=\"400\" border=\"0\" \/><\/a><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>{<strong><em>Goa Pindul<\/em><\/strong>}<\/p>\n<p>Goa Pindul, terletak di daerah Kabupaten Gunung Kidul. Di lokasi ini kita dapat melakukan aktivitas caving dengan santai di atas ban besar seperti ini.<\/p>\n<p><a href=\"http:\/\/www.rezafaisal.net\/wp-content\/uploads\/2016\/02\/blog08-2.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" style=\"background-image: none; padding-top: 0px; padding-left: 0px; display: inline; padding-right: 0px; border: 0px;\" title=\"DCIM\\101GOPRO\" src=\"http:\/\/www.rezafaisal.net\/wp-content\/uploads\/2016\/02\/blog08_thumb-2.jpg\" alt=\"DCIM\\101GOPRO\" width=\"600\" height=\"400\" border=\"0\" \/><\/a><\/p>\n<p>Perjalanan ke dalam tidak memakan waktu lama, sekitar 15-20 menit. Di dalam kita bisa melihat stalaktit dan stalakmit yang sudah terbentuk mungkin puluhan atau ratusan tahun yang lalu.<\/p>\n<p><a href=\"http:\/\/www.rezafaisal.net\/wp-content\/uploads\/2016\/02\/blog10-1.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" style=\"background-image: none; padding-top: 0px; padding-left: 0px; display: inline; padding-right: 0px; border: 0px;\" title=\"DCIM\\101GOPRO\" src=\"http:\/\/www.rezafaisal.net\/wp-content\/uploads\/2016\/02\/blog10_thumb-1.jpg\" alt=\"DCIM\\101GOPRO\" width=\"600\" height=\"400\" border=\"0\" \/><\/a><\/p>\n<p>Di dalam goa ini terdapat batu gong, yang kalau ditepuk (tidak perlu dipukul atau ditinju) akan mengeluarkan suara seperti gong. Sebenarnya goa ini akan lebih indah kalau misalnya diberi lampu warna warni untuk menyinari stalaktit dan stalamitnya biar serasa tempat-tempat wisata di luar negeri yang sebenarnya biasa saja tapi jadi lebih menarik karena diberi lampu warna warni.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>{<strong><em>Goa Jomblang &amp; Goa Grubug<\/em><\/strong>}<\/p>\n<p>Nah Goa Jomblang juga masih berada di daerah Gunung Kidul. Aktivitas di goa Jomblang termasuk aktivitas yang lumayan ekstrim jadi sebaiknya jangan membawa anak-anak ke sini.<\/p>\n<p>Gua Jomblang merupakan gua vertikal dengan hutan purba yang rapat di dasarnya. Sebuah lorong sepanjang 300 m yang dihiasi dengan ornamen gua yang indah akan membawa menuju Gua Grubug, tempat di mana bisa menyaksikan cahaya surga. Untuk turun ke goa Jomblang maka harus turun sekitar 40-80 meter menggunakan tali dan digeret ke bawah. Bayangkan saya seperti menimba air dari sumur. Setelah itu sampai di bawah maka dilanjutkan perjalanan dengan jalan kaki menuju mulut gua Jomblang.<\/p>\n<p><a href=\"http:\/\/www.rezafaisal.net\/wp-content\/uploads\/2016\/02\/blog11-1.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" style=\"background-image: none; padding-top: 0px; padding-left: 0px; display: inline; padding-right: 0px; border: 0px;\" title=\"DCIM\\101GOPRO\" src=\"http:\/\/www.rezafaisal.net\/wp-content\/uploads\/2016\/02\/blog11_thumb-1.jpg\" alt=\"DCIM\\101GOPRO\" width=\"600\" height=\"400\" border=\"0\" \/><\/a><\/p>\n<p>Untuk menuruni jalur ini tidak terlalu sulit paling celana dan baju kotor oleh lumpur, dan hati-hati dalam mencari pegangan jangan sampai memegang anak kalajengking yang kadang-kadang ada di sela-sela batu. Kasihan kalau anak kalajengkingnya sampai mati, kasian orang tuanya nanti mencari dan tidak ketemu. Ini merupakan penampakan mulut goa Jomblang dari dalam.<\/p>\n<p><a href=\"http:\/\/www.rezafaisal.net\/wp-content\/uploads\/2016\/02\/blog12-1.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" style=\"background-image: none; padding-top: 0px; padding-left: 0px; display: inline; padding-right: 0px; border: 0px;\" title=\"blog12\" src=\"http:\/\/www.rezafaisal.net\/wp-content\/uploads\/2016\/02\/blog12_thumb-1.jpg\" alt=\"blog12\" width=\"600\" height=\"400\" border=\"0\" \/><\/a><\/p>\n<p>Setelah itu dilanjutkan jalan kaki menuju ke perut bumi (halah lebay) untuk menuju goa Grubug sekitar 300 meter. Setelah 300 meter maka akan menikmati pemandangan seperti ini. Terlihat cahaya memancar dari lobang goa Grubug yang sering disebut warga setempat sebagai \u201ccahaya surga\u201d.\u00a0 Nah agar mendapatkan momen ini maka harus diperhatikan waktu yang tepat untuk datang ke sini yaitu siang di atas jam 12. Foto ini diambil sekitar jam 14 siang.<\/p>\n<p><a href=\"http:\/\/www.rezafaisal.net\/wp-content\/uploads\/2016\/02\/blog13-1.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" style=\"background-image: none; padding-top: 0px; padding-left: 0px; display: inline; padding-right: 0px; border: 0px;\" title=\"blog13\" src=\"http:\/\/www.rezafaisal.net\/wp-content\/uploads\/2016\/02\/blog13_thumb-1.jpg\" alt=\"blog13\" width=\"600\" height=\"400\" border=\"0\" \/><\/a><\/p>\n<p><a href=\"http:\/\/www.rezafaisal.net\/wp-content\/uploads\/2016\/02\/blog14-1.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" style=\"background-image: none; padding-top: 0px; padding-left: 0px; display: inline; padding-right: 0px; border: 0px;\" title=\"blog14\" src=\"http:\/\/www.rezafaisal.net\/wp-content\/uploads\/2016\/02\/blog14_thumb-1.jpg\" alt=\"blog14\" width=\"600\" height=\"900\" border=\"0\" \/><\/a><\/p>\n<p>Jika tidak puas maka bisa melihat videonya di bawah ini.<\/p>\n<p><iframe loading=\"lazy\" title=\"Cahaya Surga di Goa Grubug\" width=\"640\" height=\"360\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/ZzZV_mhRs3Y?feature=oembed\" frameborder=\"0\" allow=\"accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share\" referrerpolicy=\"strict-origin-when-cross-origin\" allowfullscreen><\/iframe><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>{<strong><em>Pantai Jogan<\/em><\/strong>}<\/p>\n<p>Untuk mencapai Pantai Jogan, perlu waktu sekitar dua jam berkendara dari Jogja. Menyusuri jalanan aspal mulus, berkelok-kelok membelah perbukitan karst yang merupakan sisa lautan jutaan tahun silam. Bila kita sampai di Pos Retribusi Pantai Siung, artinya Pantai Jogan sudah dekat, karena sekitar 400 meter dari pos tersebut, akan terlihat papan kayu penunjuk arah menuju Jogan. Menggantikan aspal mulus, jalan setapak menjadi pemandu selanjutnya, mengantar Anda dengan didampingi dua sungai kecil di sisi kiri yang nantinya akan menyatu lalu menjelma menjadi air terjun. Sayang sekali, keelokannya hanya bisa disaksikan saat musim penghujan, sementara di musim kemarau debit air sangat kecil ditambah dengan aktivitas penyedotan airnya demi keperluan warga.<\/p>\n<p><a href=\"http:\/\/www.rezafaisal.net\/wp-content\/uploads\/2016\/02\/blog15-1.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" style=\"background-image: none; padding-top: 0px; padding-left: 0px; display: inline; padding-right: 0px; border: 0px;\" title=\"DCIM\\101GOPRO\" src=\"http:\/\/www.rezafaisal.net\/wp-content\/uploads\/2016\/02\/blog15_thumb-1.jpg\" alt=\"DCIM\\101GOPRO\" width=\"600\" height=\"400\" border=\"0\" \/><\/a><\/p>\n<p>Berikut beberapa penampakan pantai Jogan dilihat dari berbagai sisi.<\/p>\n<p><a href=\"http:\/\/www.rezafaisal.net\/wp-content\/uploads\/2016\/02\/blog16-1.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" style=\"background-image: none; padding-top: 0px; padding-left: 0px; display: inline; padding-right: 0px; border: 0px;\" title=\"blog16\" src=\"http:\/\/www.rezafaisal.net\/wp-content\/uploads\/2016\/02\/blog16_thumb-1.jpg\" alt=\"blog16\" width=\"600\" height=\"400\" border=\"0\" \/><\/a><\/p>\n<p>Untuk bisa menikmati guyuran air dari atas tebing, kita harus turun ke bawah. Ada dua cara untuk turun, pertama dengan tehnik canyoning alias rappeling di air terjun. Tentu diperlukan peralatan dan kemampuan mumpuni untuk melakukannya. Kedua, menapaki turunan licin yang basah. Untunglah tersedia kayu-kayu pegangan sebagai penopang tubuh. Meski begitu, kehati-hatian adalah hal wajib karena jalur yang curam.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Atau bisa melihat video di bawah ini.<\/p>\n<p><iframe loading=\"lazy\" title=\"Pantai Jogan\" width=\"640\" height=\"360\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/RlzMqHRCp_A?feature=oembed\" frameborder=\"0\" allow=\"accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share\" referrerpolicy=\"strict-origin-when-cross-origin\" allowfullscreen><\/iframe><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>{<strong><em>Pantai Timang<\/em><\/strong>}<\/p>\n<p>Nah tempat ekosotis lainnya yang harus dikunjungi di daerah Gunung Kidul adalah Pantai Timang.<\/p>\n<p>Pantai Timang Gunungkidul ini sebenarnya dibagi menjadi dua areal yang berbeda, pada bagian pertama berada di sebelah Timur yang merupakan pantai dengan pasir yang berwarna putih bersih sama dengan kebanyakan pantai putih lainnya. Sedangkan pada bagian kedua yang berada pada sisi bagian Barat berupa perbukitan batu-batuan yanng cukup terjal yang berbatasan langsung dengan laut. Pada pantai berbatu ini pemandangan akan sangat indah karena terdapat batu yang cukup besar berdiri kokoh di pinggir pantai. Batu besar atau pulau tersebut dikenal dengan nama Batu Panjang atau Pulau Panjang dan Pulau Timang.<\/p>\n<p>Berikut penampakan pantai sebelah timur yang berpasir putih bersih.<\/p>\n<p><a href=\"http:\/\/www.rezafaisal.net\/wp-content\/uploads\/2016\/02\/blog18-1.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" style=\"background-image: none; padding-top: 0px; padding-left: 0px; display: inline; padding-right: 0px; border: 0px;\" title=\"blog18\" src=\"http:\/\/www.rezafaisal.net\/wp-content\/uploads\/2016\/02\/blog18_thumb-1.jpg\" alt=\"blog18\" width=\"600\" height=\"400\" border=\"0\" \/><\/a><\/p>\n<p>Hmmm\u2026.kok tidak terlihat putih ya? :P<\/p>\n<p><a href=\"http:\/\/www.rezafaisal.net\/wp-content\/uploads\/2016\/02\/blog19-1.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" style=\"background-image: none; padding-top: 0px; padding-left: 0px; display: inline; padding-right: 0px; border: 0px;\" title=\"blog19\" src=\"http:\/\/www.rezafaisal.net\/wp-content\/uploads\/2016\/02\/blog19_thumb-1.jpg\" alt=\"blog19\" width=\"600\" height=\"400\" border=\"0\" \/><\/a><\/p>\n<p>Selanjutnya naik ke atas untuk menuju ke lokasi yang lebih eksotis dan dramatis #halah.<\/p>\n<p><a href=\"http:\/\/www.rezafaisal.net\/wp-content\/uploads\/2016\/02\/blog21-1.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" style=\"background-image: none; padding-top: 0px; padding-left: 0px; display: inline; padding-right: 0px; border: 0px;\" title=\"blog21\" src=\"http:\/\/www.rezafaisal.net\/wp-content\/uploads\/2016\/02\/blog21_thumb-1.jpg\" alt=\"blog21\" width=\"600\" height=\"400\" border=\"0\" \/><\/a><\/p>\n<p>Masih kurang dramatis? Coba lihat penampakan yang ini.<\/p>\n<p><a href=\"http:\/\/www.rezafaisal.net\/wp-content\/uploads\/2016\/02\/blog22-1.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" style=\"background-image: none; padding-top: 0px; padding-left: 0px; display: inline; padding-right: 0px; border: 0px;\" title=\"blog22\" src=\"http:\/\/www.rezafaisal.net\/wp-content\/uploads\/2016\/02\/blog22_thumb-1.jpg\" alt=\"blog22\" width=\"600\" height=\"400\" border=\"0\" \/><\/a><\/p>\n<p>Pulau Timang Gunungkidul memang bukan pulau seperti pada umumnya yang berupa sebidang tanah dengan pesisir yang berpasir. Pulau ini tidak lebih berupa bongkahan batu karang yang besar dengan tebing yang sangat curam. Untuk mencapai Pulau Timang ini kita harus menggunakan semacam gantole tradisional atau kereta gantung yang terbuat dari kayu dan bambu yang dirangkai dengan tambang tali plastik yang sangat kuat sehingga dapat menopang berat badan dari seseorang dan selanjutnya ditarik oleh beberapa orang sehingga gantole tersebut akan bergerak ke arah<em> Pulau Timang<\/em>.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Jarak luncur dari gantole ini sekitar 50-100 me kearah barat dari Pantai Timang. Dibutuhkan mental yang kuat bila ingin mencoba menyeberang kesana, karena sepanjang jarak tersebut anda akan meluncur sendirian menaiki gantole diatas lautan yang dalam dengan ombak yang besar. Berani?<\/p>\n<p><a href=\"http:\/\/www.rezafaisal.net\/wp-content\/uploads\/2016\/02\/blog23-1.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" style=\"background-image: none; padding-top: 0px; padding-left: 0px; display: inline; padding-right: 0px; border: 0px;\" title=\"blog23\" src=\"http:\/\/www.rezafaisal.net\/wp-content\/uploads\/2016\/02\/blog23_thumb-1.jpg\" alt=\"blog23\" width=\"600\" height=\"400\" border=\"0\" \/><\/a><\/p>\n<p>Jika masih penasaran bisa melihat video singkatnya di bawah ini.<\/p>\n<p><iframe loading=\"lazy\" title=\"Pantai Timang\" width=\"640\" height=\"360\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/aE-mkCR5X04?feature=oembed\" frameborder=\"0\" allow=\"accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share\" referrerpolicy=\"strict-origin-when-cross-origin\" allowfullscreen><\/iframe><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>{<strong><em>Penutup<\/em><\/strong>}<\/p>\n<p>Jadi jika kebetulan ke Yogyakarta maka jangan lewatkan ke-5 tempat ini.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Berikut adalah goa-goa dan pantai-pantai paling eksotis di Yogyakarta yang harus kamu kunjungi \u2026 #halah, kalimatnya sudah seperti acara tipi On The Spot saja :P Tahun 2015 adalah kali kedua mampir di Yogyakarta, sebelumnya mampir hanya numpang lewat setelah melakukan&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":2573,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"jetpack_post_was_ever_published":false,"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[7],"tags":[39,10,29],"class_list":["post-2577","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nikon","tag-featured","tag-indonesia","tag-jogja"],"jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/www.rezafaisal.net\/wp-content\/uploads\/2016\/02\/blog20-1.jpg","jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_shortlink":"https:\/\/wp.me\/p1sNAL-Fz","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.rezafaisal.net\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/2577","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.rezafaisal.net\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.rezafaisal.net\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.rezafaisal.net\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.rezafaisal.net\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=2577"}],"version-history":[{"count":6,"href":"https:\/\/www.rezafaisal.net\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/2577\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2585,"href":"https:\/\/www.rezafaisal.net\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/2577\/revisions\/2585"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.rezafaisal.net\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/2573"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.rezafaisal.net\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=2577"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.rezafaisal.net\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=2577"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.rezafaisal.net\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=2577"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}