{"id":2340,"date":"2016-02-13T04:24:30","date_gmt":"2016-02-13T04:24:30","guid":{"rendered":"http:\/\/www.rezafaisal.net\/?p=2340"},"modified":"2016-02-13T04:25:24","modified_gmt":"2016-02-13T04:25:24","slug":"menjelajah-kanazawa-dalam-sehari-cukup","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.rezafaisal.net\/?p=2340","title":{"rendered":"Menjelajah Kanazawa dalam sehari? Cukup!"},"content":{"rendered":"<p>Hari ini sudah hampir 4 bulan berada di Kanazawa, sudah lumayan kemana-mana dengan sepeda. Tapi hal seperti ini mungkin \u201ctidak bisa\u201d serta merta dilakukan oleh traveller (walaupun bisa saja sih, karena ada penyewaan sepeda, tapi ceritanya traveller itu tidak tahu ada penyewaan sepeda yaaaaa). Jadi harus cara lain untuk keliling Kanazawa, kalau perlu hanya dalam 1 hari menghabiskan tempat-tempat di Kanazawa.<\/p>\n<p>Seperti kota-kota lain di Jepang, di Kanazawa pun disediakan fasilitas \u201cone day pass\u201d yang dikenal dengan <strong><em>Kanazawa Loop Bus One Day Pass <\/em><\/strong>seharga 500 yen.<\/p>\n<p><a href=\"http:\/\/www.rezafaisal.net\/wp-content\/uploads\/2016\/02\/IMG_3550.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" style=\"background-image: none; padding-top: 0px; padding-left: 0px; display: inline; padding-right: 0px; border: 0px;\" title=\"IMG_3550\" src=\"http:\/\/www.rezafaisal.net\/wp-content\/uploads\/2016\/02\/IMG_3550_thumb.jpg\" alt=\"IMG_3550\" width=\"600\" height=\"450\" border=\"0\" \/><\/a><\/p>\n<p>Tiket ini bisa dengan gampang dibeli di Stasiun Kanazawa yang merupakan titik untuk memasuki ke kota ini jika menggunakan bis dan kereta api. Dengan menggunakan pass ini maka dapat mengunjungi lokasi sightseeing seperti castle, garden, museum, pasar tradisional dan chaya (tempat minum teh trasional yang biasanya dapat ditemui geisha atau geiko).\u00a0 Pada map berikut dapat dilihat beberapa titik utama sightseeing.<\/p>\n<p><a href=\"http:\/\/www.rezafaisal.net\/wp-content\/uploads\/2016\/02\/IMG_3552.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" style=\"background-image: none; padding-top: 0px; padding-left: 0px; display: inline; padding-right: 0px; border: 0px;\" title=\"IMG_3552\" src=\"http:\/\/www.rezafaisal.net\/wp-content\/uploads\/2016\/02\/IMG_3552_thumb.jpg\" alt=\"IMG_3552\" width=\"600\" height=\"425\" border=\"0\" \/><\/a><\/p>\n<p>{silakan diklik untuk melihat gambar yang lebih besar}<\/p>\n<p>Dari map tersebut terdapat 8 tempat utama yaitu:<\/p>\n<ul>\n<li>Kenrokuen garden.<\/li>\n<li>Kanazawa castle.<\/li>\n<li>Omicho market.<\/li>\n<li>Higashi chaya.<\/li>\n<li>Kazue-machi chaya.<\/li>\n<li>Naga-machi Buke Yashiki.<\/li>\n<li>Nishi chaya.<\/li>\n<li>Tera-machi temple.<\/li>\n<\/ul>\n<p>Disekitar tempat-tempat utama itu terdapat beberapa tempat menarik seperti museum, sebut saja contohnya adalah 21st Century Museum yang berdekatan dengan Kanazawa castle.<\/p>\n<p>Dan berikut adalah jadwal dari bus yang dapat digunakan dengan tiket tersebut.<\/p>\n<p><a href=\"http:\/\/www.rezafaisal.net\/wp-content\/uploads\/2016\/02\/IMG_3551.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" style=\"background-image: none; padding-top: 0px; padding-left: 0px; display: inline; padding-right: 0px; border: 0px;\" title=\"IMG_3551\" src=\"http:\/\/www.rezafaisal.net\/wp-content\/uploads\/2016\/02\/IMG_3551_thumb.jpg\" alt=\"IMG_3551\" width=\"600\" height=\"418\" border=\"0\" \/><\/a><\/p>\n<p>{silakan diklik untuk melihat gambar yang lebih besar}<\/p>\n<p>Jika semisal perjalanan dimulai dengan bis yang paling pagi yaitu jam 8.30 maka agar perjalanan efektif disarankan untuk mengikuti urutan di bawah ini.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>{<strong><em>Pertama: Higashi Chaya<\/em><\/strong>}<\/p>\n<p>Dari stasiun Kanazawa, memulai perjalanan jam 8.30 dengan menggunakan Left Loop (warna hijau) menuju ke pemberhentian LL10. Area ini tidak luas, bisa dihabiskan dalam waktu 10-15 menit jika hanya melihat saja, jika sambil foto-foto dengan 15 gaya ditambah dengan melihat-lihat toko-toko di area ini atau mencoba sweet dan tea khas Kanazawa maka paling lama menghabiskan waktu 30 menit. Saya jamin tidak perlu lama-lama di sini, bosen <img decoding=\"async\" class=\"wlEmoticon wlEmoticon-smile\" style=\"border-style: none;\" src=\"http:\/\/www.rezafaisal.net\/wp-content\/uploads\/2016\/02\/wlEmoticon-smile.png\" alt=\"Smile\" \/><\/p>\n<p><a href=\"http:\/\/www.rezafaisal.net\/wp-content\/uploads\/2016\/02\/higashi.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" style=\"background-image: none; padding-top: 0px; padding-left: 0px; display: inline; padding-right: 0px; border: 0px;\" title=\"higashi\" src=\"http:\/\/www.rezafaisal.net\/wp-content\/uploads\/2016\/02\/higashi_thumb.jpg\" alt=\"higashi\" width=\"600\" height=\"450\" border=\"0\" \/><\/a><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>{<strong><em>Kedua: Kenrokuen Garden<\/em><\/strong>}<\/p>\n<p>Untuk menuju taman ini dari Higashi Chaya bisa menggunakan bis Right Loop (coklat) ke pemberhentian RL8 atau cukup dengan jalan kaki jika bus selalu penuh, karena terkadang lumayan lama menunggu bis. Jadi sebaiknya bisa jalan kaki sambil menikmati pemandangan di jalan. Waktu yang diperlukan jalan kaki sekitar 15 menit. Nah area lokasi ini lumayan besar, jadi mungkin bisa melakukan 4 sampai 5 lipat jumlah gaya jika dibandingkan ke tempat sebelumya, artinya bisa punya foto dengan 60 sampai 75 gaya yang berbeda <img decoding=\"async\" class=\"wlEmoticon wlEmoticon-smile\" style=\"border-style: none;\" src=\"http:\/\/www.rezafaisal.net\/wp-content\/uploads\/2016\/02\/wlEmoticon-smile.png\" alt=\"Smile\" \/><\/p>\n<p><a href=\"http:\/\/www.rezafaisal.net\/wp-content\/uploads\/2016\/02\/kenrokuen-resize.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" style=\"background-image: none; padding-top: 0px; padding-left: 0px; display: inline; padding-right: 0px; border: 0px;\" title=\"kenrokuen-resize\" src=\"http:\/\/www.rezafaisal.net\/wp-content\/uploads\/2016\/02\/kenrokuen-resize_thumb.jpg\" alt=\"kenrokuen-resize\" width=\"600\" height=\"450\" border=\"0\" \/><\/a><\/p>\n<p>Di sekitar lokasi garden ini ada toko-toko makanan dan cemilan, yang unik mungkin es krim berlapis emas seharga 500-800 yen. Dan untuk tiket masuk ke lokasi ini sekitar 300 yen lebih.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>{<strong><em>Ketiga: Kanazawa Castle<\/em><\/strong>}<\/p>\n<p>Selanjutnya dengan jalan kaki sekitar 3-5 menit sudah sampai ke lokasi ini. Areanya cukup luas tapi paling disini cuma bisa memiliki 20 foto dengan gaya berbeda baik yang biasa atau yang ekstrim <img decoding=\"async\" class=\"wlEmoticon wlEmoticon-smilewithtongueout\" style=\"border-style: none;\" src=\"http:\/\/www.rezafaisal.net\/wp-content\/uploads\/2016\/02\/wlEmoticon-smilewithtongueout.png\" alt=\"Smile with tongue out\" \/><\/p>\n<p><a href=\"http:\/\/www.rezafaisal.net\/wp-content\/uploads\/2016\/02\/IMG_3444-resize.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" style=\"background-image: none; padding-top: 0px; padding-left: 0px; display: inline; padding-right: 0px; border: 0px;\" title=\"IMG_3444-resize\" src=\"http:\/\/www.rezafaisal.net\/wp-content\/uploads\/2016\/02\/IMG_3444-resize_thumb.jpg\" alt=\"IMG_3444-resize\" width=\"600\" height=\"450\" border=\"0\" \/><\/a><\/p>\n<p>Di area ini mungkin cuma perlu waktu 30 menit lebih.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>{<strong><em>Keempat: 21st Century Museum<\/em><\/strong>}<\/p>\n<p>Dari Kanazawa castle ke lokasi ini cukup dengan jalan kaki, sekitar 5-10 menit tergantung darimana pintu keluar yang dipilih.\u00a0 Kenapa harus ke sini, tempat ini cocok buat pengkoleksi foto profile unik, lumayan dijamin kalian akan punya paling tidak 10-15 foto unik nan ajaib yang pasti tidak dimiliki teman kalian (kecuali teman kalian juga ikutan ngetrip ke tempat ini bersama-sama). Salah satu lokasi yang menarik adalah \u201ckolam renang\u201d ini. Kolam ini sangat cocok buat yang tidak bisa berenang alih-alih menyelam untuk punya foto profile seperti sedang menyelam dengan kostum pesta atau make up <img decoding=\"async\" class=\"wlEmoticon wlEmoticon-smile\" style=\"border-style: none;\" src=\"http:\/\/www.rezafaisal.net\/wp-content\/uploads\/2016\/02\/wlEmoticon-smile.png\" alt=\"Smile\" \/><\/p>\n<p><a href=\"http:\/\/www.rezafaisal.net\/wp-content\/uploads\/2016\/02\/Capture-2.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" style=\"background-image: none; padding-top: 0px; padding-left: 0px; display: inline; padding-right: 0px; border: 0px;\" title=\"Capture\" src=\"http:\/\/www.rezafaisal.net\/wp-content\/uploads\/2016\/02\/Capture_thumb-1.jpg\" alt=\"Capture\" width=\"600\" height=\"450\" border=\"0\" \/><\/a><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>{<strong><em>Kelima: Korimbo<\/em><\/strong>}<\/p>\n<p>Pasti cape dan lapar setelah itu, maka tempat untuk mengisi energi bisa jatuh ke area Korimbo. Banyak pilihan yang tersedia. Di sini. Tapi bagi penyuka sushi dan seafood maka disarankan untuk melanjutkan dengan naik bis sebentar ke lokasi selanjutnya.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>{<strong><em>Keenam: Omicho Market<\/em><\/strong>}<\/p>\n<p>Ini merupakan pasar ikan yang cukup terkenal di sini, terbukti saya sering bertemu turis dari banyak negara di sini saat sedang menyeruput sop kepiting seharga 300 yen <img decoding=\"async\" class=\"wlEmoticon wlEmoticon-smile\" style=\"border-style: none;\" src=\"http:\/\/www.rezafaisal.net\/wp-content\/uploads\/2016\/02\/wlEmoticon-smile.png\" alt=\"Smile\" \/> Selain itu banyak kedai shashimi atau sushi terkenal dengan antrian yang lumayan dapat membuat kalian bringas saat berada di dalam kedai untuk mengambil atau memesan menu.<\/p>\n<p><a href=\"http:\/\/www.rezafaisal.net\/wp-content\/uploads\/2016\/02\/IMG_3418.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" style=\"background-image: none; padding-top: 0px; padding-left: 0px; display: inline; padding-right: 0px; border: 0px;\" title=\"IMG_3418\" src=\"http:\/\/www.rezafaisal.net\/wp-content\/uploads\/2016\/02\/IMG_3418_thumb.jpg\" alt=\"IMG_3418\" width=\"600\" height=\"450\" border=\"0\" \/><\/a><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Nah setelah ini maka dapat kalian dapat dapat melanjutkan ke tempat lain, jika waktu masih ada atau tenaga masih ada.<\/p>\n<p>Selamat menikmati Kanazawa <img decoding=\"async\" class=\"wlEmoticon wlEmoticon-smile\" style=\"border-style: none;\" src=\"http:\/\/www.rezafaisal.net\/wp-content\/uploads\/2016\/02\/wlEmoticon-smile.png\" alt=\"Smile\" \/><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Hari ini sudah hampir 4 bulan berada di Kanazawa, sudah lumayan kemana-mana dengan sepeda. Tapi hal seperti ini mungkin \u201ctidak bisa\u201d serta merta dilakukan oleh traveller (walaupun bisa saja sih, karena ada penyewaan sepeda, tapi ceritanya traveller itu tidak tahu&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":2325,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"jetpack_post_was_ever_published":false,"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[7],"tags":[52,59],"class_list":["post-2340","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nikon","tag-japan","tag-kanazawa"],"jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/www.rezafaisal.net\/wp-content\/uploads\/2016\/02\/IMG_3552_thumb.jpg","jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_shortlink":"https:\/\/wp.me\/p1sNAL-BK","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.rezafaisal.net\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/2340","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.rezafaisal.net\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.rezafaisal.net\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.rezafaisal.net\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.rezafaisal.net\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=2340"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/www.rezafaisal.net\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/2340\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2342,"href":"https:\/\/www.rezafaisal.net\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/2340\/revisions\/2342"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.rezafaisal.net\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/2325"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.rezafaisal.net\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=2340"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.rezafaisal.net\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=2340"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.rezafaisal.net\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=2340"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}