{"id":2478,"date":"2016-02-22T23:23:04","date_gmt":"2016-02-22T23:23:04","guid":{"rendered":"http:\/\/www.rezafaisal.net\/?p=2478"},"modified":"2016-02-25T10:14:36","modified_gmt":"2016-02-25T10:14:36","slug":"asp-net-mvc-prepare-model-for-data-access-layer","status":"publish","type":"post","link":"http:\/\/www.rezafaisal.net\/?p=2478","title":{"rendered":"ASP.NET MVC 5: Prepare Model for Data Access Layer"},"content":{"rendered":"<p>Komponen pertama dari framework MVC adalah Model.\u00a0 Posting berikut ini menjelaskan bagaimana menyiapkan model sehingga nanti dapat digunakan oleh komponen MVC lainnya yaitu komponen Viewer dan Controller.\u00a0 Sebagai contoh kasus adalah membuat aplikasi untuk mengelola pegawai. Model yang akan dibuat bertujuan atau berfungsi sebagai Data Access Layer yang secara sederhana mempunyai artinya sebagai model untuk mengakses database dan melakukan operasi pada data yang ada pada tabel-tabel di dalamnya.\u00a0 Operasi yang umum dilakukan adalah CRUD, create-retrieve-update-delete.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>{<strong><em>Menyiapkan Database &amp; Table<\/em><\/strong>}<\/p>\n<p>Untuk membuat aplikasi untuk mengelola pegawai, maka diperlukan database yang akan menyimpan data. Data yang akan dikelola pada aplikasi ini adalah divisi dan pegawai, sehingga database harus berisi dua tabel untuk menyimpan kedua data tersebut.<\/p>\n<p>Pada aplikasi ini digunakan database SQL Express Edition, maka mesti dipastikan SQL Express Edition telah diinstall sebelum mengikuti langkah ini.\u00a0 Dengan menggunakan SQL Express Edition sebagai database yang digunakan pada pembangunan aplikasi ini, maka file database dapat disimpan dalam folder yang ada pada project. Sehingga project dalam dijalankan pada mesin lain yang telah memiliki SQL Express Edition.<\/p>\n<p>Langkah pertama yang dilakukan adalah membuat folder untuk menyimpan file database tersebut. Penamaan folder ini harus mengikuti aturan yang dimiliki oleh ASP.NET. Langkah pertama untuk membuat folder ini adalah klik kanan pada project yang telah dibuat di atas, kemudian pilih Add &gt; Add ASP.NET Folder &gt; App_Data. Folder App_Data adalah folder yang umumnya digunakan untuk menyimpan file data dengan format *.mdf (file SQL Server Express) atau *.xml.<\/p>\n<p>Langkah kedua adalah menambahkan SQL Server Database ke dalam folder App_Data dengan cara klik kanan pada folder App_Data kemudian pilih Add &gt; New Item. Pada window Add New Item pilih Visual C# &gt; Data &gt; SQL Server Database dan pada kolom input Name berikan nilai PegawaiDB.mdf sebagai nama database, kemudian klik tombol Add.<\/p>\n<p><a href=\"http:\/\/www.rezafaisal.net\/wp-content\/uploads\/2016\/02\/image-18.png\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" style=\"background-image: none; padding-top: 0px; padding-left: 0px; display: inline; padding-right: 0px; border: 0px;\" title=\"image\" src=\"http:\/\/www.rezafaisal.net\/wp-content\/uploads\/2016\/02\/image_thumb-18.png\" alt=\"image\" width=\"550\" height=\"351\" border=\"0\" \/><\/a><\/p>\n<p>Maka dapat dilihat file PegawaiDB.mdf pada Solution Explorer seperti pada gambar di bawah ini.<\/p>\n<p><a href=\"http:\/\/www.rezafaisal.net\/wp-content\/uploads\/2016\/02\/image-19.png\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" style=\"background-image: none; padding-top: 0px; padding-left: 0px; display: inline; padding-right: 0px; border: 0px;\" title=\"image\" src=\"http:\/\/www.rezafaisal.net\/wp-content\/uploads\/2016\/02\/image_thumb-19.png\" alt=\"image\" width=\"300\" height=\"210\" border=\"0\" \/><\/a><\/p>\n<p>Setelah database dibuat maka langkah selanjutnya adalah membuat tabel. Pada Visual Studio telah dilengkapi fitur sebagai tool pengelolaan database. Maka pada langkah ketiga dimulai dengan mengaktifkan tool tersebut dengan cara mengklik double pada file PegawaiDB.mdf. Jika SQL Server Express maka tool ini dapat dilihat pada area Server Explorer seperti gambar di bawah ini.<\/p>\n<p><a href=\"http:\/\/www.rezafaisal.net\/wp-content\/uploads\/2016\/02\/image-20.png\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" style=\"background-image: none; padding-top: 0px; padding-left: 0px; display: inline; padding-right: 0px; border: 0px;\" title=\"image\" src=\"http:\/\/www.rezafaisal.net\/wp-content\/uploads\/2016\/02\/image_thumb-20.png\" alt=\"image\" width=\"300\" height=\"264\" border=\"0\" \/><\/a><\/p>\n<p>Untuk menambah tabel pada database PegawaiDB.mdf dapat dilakukan dengan cara klik kanan pada folder Tables kemudian pilih Add New Table, maka akan ditampilkan seperti pada gambar berikut.<\/p>\n<p><a href=\"http:\/\/www.rezafaisal.net\/wp-content\/uploads\/2016\/02\/image-21.png\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" style=\"background-image: none; padding-top: 0px; padding-left: 0px; display: inline; padding-right: 0px; border: 0px;\" title=\"image\" src=\"http:\/\/www.rezafaisal.net\/wp-content\/uploads\/2016\/02\/image_thumb-21.png\" alt=\"image\" width=\"554\" height=\"416\" border=\"0\" \/><\/a><\/p>\n<p>Buat field-field untuk tabel Divisi seperti pada contoh di atas, kemudian pada area T-SQL ubah nama tabel dengan nama Divisi. Untuk membuat tabel sesuai dengan desain yang telah dibuat, klik tombol Update yang ada pada posisi kiri atas.<\/p>\n<p>Setelah tabel Divisi berhasil dibuat, maka dilanjutkan dengan membuat tabel Pegawai dengan nama field seperti pada gambar di bawah ini.<\/p>\n<p><a href=\"http:\/\/www.rezafaisal.net\/wp-content\/uploads\/2016\/02\/image-22.png\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" style=\"background-image: none; padding-top: 0px; padding-left: 0px; display: inline; padding-right: 0px; border: 0px;\" title=\"image\" src=\"http:\/\/www.rezafaisal.net\/wp-content\/uploads\/2016\/02\/image_thumb-22.png\" alt=\"image\" width=\"550\" height=\"431\" border=\"0\" \/><\/a><\/p>\n<p>Pada tabel ini perlu dibuat foreign key yang menjadi relasi ke tabel Divisi. Foreign key pada tabel Pegawai adalah DivisiID, untuk membuat foreign key ini dapat dilakukan dengan cara klik kanan pada Foreign Key kemudian pilih Add New Foreign Key kemudian pada T-SQL akan ditambahkan baris baru dengan awalan CONSTRAINT. Ubah baris baru tersebut menjadi seperti pada gambar di atas. Setelah nama tabel pada T-SQL diganti dengan nama Pegawai, klik tombol Update.<\/p>\n<p>Jika proses pembuatan kedua tabel itu sukses akan dapat dilihat tabel Divisi dan Pegawai di dalam database PegawaiDB.mdf.<\/p>\n<p><a href=\"http:\/\/www.rezafaisal.net\/wp-content\/uploads\/2016\/02\/image-23.png\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" style=\"background-image: none; padding-top: 0px; padding-left: 0px; display: inline; padding-right: 0px; border: 0px;\" title=\"image\" src=\"http:\/\/www.rezafaisal.net\/wp-content\/uploads\/2016\/02\/image_thumb-23.png\" alt=\"image\" width=\"300\" height=\"453\" border=\"0\" \/><\/a><\/p>\n<p>Selanjutnya dapat dilakukan pengisian data awal pada kedua tabel tersebut. Untuk tabel Divisi, pengisian data awal dapat dilakukan dengan klik kanan pada tabel Divisi kemudian pilih Show Table Data.<\/p>\n<p><a href=\"http:\/\/www.rezafaisal.net\/wp-content\/uploads\/2016\/02\/image-24.png\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" style=\"background-image: none; padding-top: 0px; padding-left: 0px; display: inline; padding-right: 0px; border: 0px;\" title=\"image\" src=\"http:\/\/www.rezafaisal.net\/wp-content\/uploads\/2016\/02\/image_thumb-24.png\" alt=\"image\" width=\"550\" height=\"479\" border=\"0\" \/><\/a><\/p>\n<p>Isi record pada tabel ini dengan nilai-nilai seperti pada gambar di bawah ini. Untuk mengisi data ini dapat dilakuan dengan cara seperti mengisi nilai-nilai dengan menggunakan MS Excel.<\/p>\n<p><a href=\"http:\/\/www.rezafaisal.net\/wp-content\/uploads\/2016\/02\/image-25.png\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" style=\"background-image: none; padding-top: 0px; padding-left: 0px; display: inline; padding-right: 0px; border: 0px;\" title=\"image\" src=\"http:\/\/www.rezafaisal.net\/wp-content\/uploads\/2016\/02\/image_thumb-25.png\" alt=\"image\" width=\"550\" height=\"199\" border=\"0\" \/><\/a><\/p>\n<p>Dengan cara yang sama, lakukan pengisian data pada tabel Pegawai dengan nilai seperti pada gambar berikut.<\/p>\n<p><a href=\"http:\/\/www.rezafaisal.net\/wp-content\/uploads\/2016\/02\/image-26.png\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" style=\"background-image: none; padding-top: 0px; padding-left: 0px; display: inline; padding-right: 0px; border: 0px;\" title=\"image\" src=\"http:\/\/www.rezafaisal.net\/wp-content\/uploads\/2016\/02\/image_thumb-26.png\" alt=\"image\" width=\"550\" height=\"138\" border=\"0\" \/><\/a><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>{<strong><em>Jenis Model<\/em><\/strong>}<\/p>\n<p>Komponen model dapat dibedakan menjadi 2 jenis, yaitu:<\/p>\n<ul>\n<li>Model Data Access Layer, class model yang dibuat dengan menggunakan bantuan tool Entity Framework. Komponen model ini juga akan berfungsi sebagai Data Access Layer, yang berisi method-method untuk memudahkan dalam melakukan operasi database seperti melakukan koneksi dan operasi CRUD (create, retrieve, update, delete).<\/li>\n<li>Model ViewModel, class model yang dibuat secara manual, class ini akan dibuat untuk membantu membuat antarmuka sesuai dengan kebutuhan.<\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>{<strong><em>Model Data Access Layer<\/em><\/strong>}<\/p>\n<p>Pada bagian ini akan ditunjukkan membuat model yang akan berfungsi sebagai Data Access Layer dengan bantuan Entity Framework. Sebagai informasi, Data Access Layer yang dibuat dengan Entity Framework dapat dibedakan menjadi dua konsep, yaitu:<\/p>\n<ul>\n<li>Code First, konsep ini dimulai dengan membuat class context dan model terlebih dahulu. Saat aplikasi dijalan pertama kali maka akan secara otomatis akan membuat database dan tabel-tabel sesuai dengan model yang telah dibuat.<\/li>\n<li>Database First, konsep ini dimulai dengan membuat database dan tabel-tabel yang diperlukan terlebih dahulu. Kemudian class context dan class model akan dibuat secara otomatis dengan bantuan generator pada Entity Framework.<\/li>\n<\/ul>\n<p>Pada posting ini akan dibahas pembuatan model dengan konsep yang kedua, dimana telah dibuat database dan tabel-tabel untuk keperluan pembuatan aplikasi pengelolaan pegawai.<\/p>\n<p>Seperti class model yang sebelumnya telah dibuat, class model ini juga harus disimpan pada folder Models. Maka langkah pertama yang dilakukan adalah dengan klik kanan pada folder Models kemudian pilih Add &gt; New Item.<\/p>\n<p><a href=\"http:\/\/www.rezafaisal.net\/wp-content\/uploads\/2016\/02\/image-27.png\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" style=\"background-image: none; padding-top: 0px; padding-left: 0px; display: inline; padding-right: 0px; border: 0px;\" title=\"image\" src=\"http:\/\/www.rezafaisal.net\/wp-content\/uploads\/2016\/02\/image_thumb-27.png\" alt=\"image\" width=\"550\" height=\"351\" border=\"0\" \/><\/a><\/p>\n<p>Pada window Add New Item, pilih Visual C# &gt; Data &gt; ADO.NET Entity Data Model. Kemudian pada kolom input Name isikan nilai PegawaiModel. Kemudian akan ditampilkan window Entity Data Model Wizard..<\/p>\n<p><a href=\"http:\/\/www.rezafaisal.net\/wp-content\/uploads\/2016\/02\/image-28.png\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" style=\"background-image: none; padding-top: 0px; padding-left: 0px; display: inline; padding-right: 0px; border: 0px;\" title=\"image\" src=\"http:\/\/www.rezafaisal.net\/wp-content\/uploads\/2016\/02\/image_thumb-28.png\" alt=\"image\" width=\"550\" height=\"529\" border=\"0\" \/><\/a><\/p>\n<p>Karena akan digunakan konsep Database First, maka dipilih EF Designer from database kemudian klik tombol Next.<\/p>\n<p><a href=\"http:\/\/www.rezafaisal.net\/wp-content\/uploads\/2016\/02\/image-29.png\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" style=\"background-image: none; padding-top: 0px; padding-left: 0px; display: inline; padding-right: 0px; border: 0px;\" title=\"image\" src=\"http:\/\/www.rezafaisal.net\/wp-content\/uploads\/2016\/02\/image_thumb-29.png\" alt=\"image\" width=\"550\" height=\"392\" border=\"0\" \/><\/a><\/p>\n<p>Pada window di atas dapat dipilih PegawaiDB.mdf sebagai database yang akan digunakan sebagai acuan membuat class context dan class model. Pada bagian ini, secara otomatis akan dibuatkan connection string dengan nama PegawaiDBEntities pada Web.Config. Kemudian klik tombol Next.<\/p>\n<p><a href=\"http:\/\/www.rezafaisal.net\/wp-content\/uploads\/2016\/02\/image-30.png\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" style=\"background-image: none; padding-top: 0px; padding-left: 0px; display: inline; padding-right: 0px; border: 0px;\" title=\"image\" src=\"http:\/\/www.rezafaisal.net\/wp-content\/uploads\/2016\/02\/image_thumb-30.png\" alt=\"image\" width=\"550\" height=\"532\" border=\"0\" \/><\/a><\/p>\n<p>Pilih seluruh tabel dengan cara dicentang, kemudian klik tombol Finish. Jika semua proses yang telah dilakukan di atas berhasil, maka akan dapat dilihat hasilnya seperti gambar di bawah ini.<\/p>\n<p><a href=\"http:\/\/www.rezafaisal.net\/wp-content\/uploads\/2016\/02\/image-31.png\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" style=\"background-image: none; padding-top: 0px; padding-left: 0px; display: inline; padding-right: 0px; border: 0px;\" title=\"image\" src=\"http:\/\/www.rezafaisal.net\/wp-content\/uploads\/2016\/02\/image_thumb-31.png\" alt=\"image\" width=\"550\" height=\"218\" border=\"0\" \/><\/a><\/p>\n<p>Pada gambar di atas dapat dilihat pada folder Models terdapat file hasil pembuatan secara otomatis yaitu PegawaiModel.edmx. Sedangkan setiap tabel yang telah dipilih akan dibuatkan masing-masing sebuah class model. Untuk tabel Divisi akan dibuat class Divisi yang disimpan pada file Divisi.cs. Sedangkan tabel Pegawai akan dibuatkan class Pegawai yang disimpan pada file Pegawai.cs dengan isi sebagai berikut.<\/p>\n<p>Penggunaan class context dan class model akan dijelaskan pada pembahasan tentang komponen controller dan view pada posting selanjutnya.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>{<strong><em>Model ViewModel<\/em><\/strong>}<\/p>\n<p>Istilah view model diberikan kepada class model yang berfungsi sebagai mengatur tampilkan pada halaman view.<\/p>\n<p>Sebagai contoh untuk data Pegawai, telah dibuat class model Pegawai seperti yang dilihat pada diagram berikut.<\/p>\n<p><a href=\"http:\/\/www.rezafaisal.net\/wp-content\/uploads\/2016\/02\/image-32.png\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" style=\"background-image: none; padding-top: 0px; padding-left: 0px; display: inline; padding-right: 0px; border: 0px;\" title=\"image\" src=\"http:\/\/www.rezafaisal.net\/wp-content\/uploads\/2016\/02\/image_thumb-32.png\" alt=\"image\" width=\"550\" height=\"275\" border=\"0\" \/><\/a><\/p>\n<p>Dengan property-property tersebut maka akan ditampilkan data seperti tabel berikut ini.<\/p>\n<p><a href=\"http:\/\/www.rezafaisal.net\/wp-content\/uploads\/2016\/02\/image-33.png\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" style=\"background-image: none; padding-top: 0px; padding-left: 0px; display: inline; padding-right: 0px; border: 0px;\" title=\"image\" src=\"http:\/\/www.rezafaisal.net\/wp-content\/uploads\/2016\/02\/image_thumb-33.png\" alt=\"image\" width=\"550\" height=\"80\" border=\"0\" \/><\/a><\/p>\n<p>Pada data tersebut dapat dilihat terdapat field DivisiID dengan nilai untuk masing-masing record yang berisi nilai berupa angka yang sesuai dengan primary key pada data Divisi.<\/p>\n<p><a href=\"http:\/\/www.rezafaisal.net\/wp-content\/uploads\/2016\/02\/image-34.png\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" style=\"background-image: none; padding-top: 0px; padding-left: 0px; display: inline; padding-right: 0px; border: 0px;\" title=\"image\" src=\"http:\/\/www.rezafaisal.net\/wp-content\/uploads\/2016\/02\/image_thumb-34.png\" alt=\"image\" width=\"300\" height=\"98\" border=\"0\" \/><\/a><\/p>\n<p>Jika pada aplikasi ditampilkan data pegawai seperti pada gambar di atas, maka informasi yang disampaikan kepada pengguna menjadi kurang lengkap. Akan lebih bagus jika data yang ditampilkan pada halaman aplikasi seperti berikut ini.<\/p>\n<p><a href=\"http:\/\/www.rezafaisal.net\/wp-content\/uploads\/2016\/02\/image-35.png\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" style=\"background-image: none; padding-top: 0px; padding-left: 0px; display: inline; padding-right: 0px; border: 0px;\" title=\"image\" src=\"http:\/\/www.rezafaisal.net\/wp-content\/uploads\/2016\/02\/image_thumb-35.png\" alt=\"image\" width=\"550\" height=\"57\" border=\"0\" \/><\/a><\/p>\n<p>Untuk menampilkan data seperti itu maka perlu dibuat model yang sesuai antarmuka untuk menampilkan data di atas.<\/p>\n<p>Cara untuk membuat class model ini dapat dimulai dengan klik kanna pada folder Models, kemudian pilih Add &gt; Class. Kemudian pilih Visual C# &gt; Class dan pada kolom input Name isikan nilai PegawaiViewModel.cs. Penambahan kata \u201cViewModel\u201d pada nama class model sering digunakan untuk menandakan bahwa class tersebut berfungsi sebagai sarana untuk mengirimkan data dan tampilan sesuai dengan keinginan.<\/p>\n<p><a href=\"http:\/\/www.rezafaisal.net\/wp-content\/uploads\/2016\/02\/image-36.png\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" style=\"background-image: none; padding-top: 0px; padding-left: 0px; display: inline; padding-right: 0px; border: 0px;\" title=\"image\" src=\"http:\/\/www.rezafaisal.net\/wp-content\/uploads\/2016\/02\/image_thumb-36.png\" alt=\"image\" width=\"550\" height=\"351\" border=\"0\" \/><\/a><\/p>\n<p>Berikut ini adalah isi dari file PegawaiViewModel.cs, pada class ini terdapat property dengan nama NamaDivisi yang akan berfungsi untuk menyimpan data nama divisi.<\/p>\n<p><a href=\"http:\/\/www.rezafaisal.net\/wp-content\/uploads\/2016\/02\/image-37.png\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" style=\"background-image: none; padding-top: 0px; padding-left: 0px; display: inline; padding-right: 0px; border: 0px;\" title=\"image\" src=\"http:\/\/www.rezafaisal.net\/wp-content\/uploads\/2016\/02\/image_thumb-37.png\" alt=\"image\" width=\"550\" height=\"268\" border=\"0\" \/><\/a><\/p>\n<p>Nah sekarang terdapat dua jenis model yang telah dibuat dan siap digunakan oleh komponen View dan Controller.\u00a0 Pembahasan tentang pemanfaatan model-model tersebut akan dibahas pada posting selanjutnya.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Komponen pertama dari framework MVC adalah Model.\u00a0 Posting berikut ini menjelaskan bagaimana menyiapkan model sehingga nanti dapat digunakan oleh komponen MVC lainnya yaitu komponen Viewer dan Controller.\u00a0 Sebagai contoh kasus adalah membuat aplikasi untuk mengelola pegawai. Model yang akan dibuat&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":2464,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"jetpack_post_was_ever_published":false,"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[6],"tags":[68,69],"class_list":["post-2478","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-softwaredev","tag-asp-net","tag-mvc"],"jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"http:\/\/www.rezafaisal.net\/wp-content\/uploads\/2016\/02\/image-31.png","jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_shortlink":"https:\/\/wp.me\/p1sNAL-DY","_links":{"self":[{"href":"http:\/\/www.rezafaisal.net\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/2478","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"http:\/\/www.rezafaisal.net\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"http:\/\/www.rezafaisal.net\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/www.rezafaisal.net\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/www.rezafaisal.net\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=2478"}],"version-history":[{"count":3,"href":"http:\/\/www.rezafaisal.net\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/2478\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2498,"href":"http:\/\/www.rezafaisal.net\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/2478\/revisions\/2498"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/www.rezafaisal.net\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/2464"}],"wp:attachment":[{"href":"http:\/\/www.rezafaisal.net\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=2478"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"http:\/\/www.rezafaisal.net\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=2478"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"http:\/\/www.rezafaisal.net\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=2478"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}