Danau Sari Ambun, Sekeping Taman Surga di Kalimantan Selatan | M Reza Faisal

reza

full-time(software-developer,lecturer); part-time(traveller, food-tester);

Danau Sari Ambun, Sekeping Taman Surga di Kalimantan Selatan

Jul 8, 2015 by     No Comments    Posted under: I am Experience

Juli tanggal 8 di 2015, akhirnya berkesempatan untuk mampir ke tempat yang katanya mirip dengan Ranu Kumbolo di Jawa Timur, namanya Danau Sari Ambun.  Danau ini sebenarnya berada di Desa Imban, Kecamatan Bati-Bati, Kabupaten Tanah Laut.  Perlu waktu sekitar 1,5 jam jika perjalanan dari Banjarmasin. Atau cukup 1/2 jam atau 45 menit jika dimulai dari Banjarbaru tempat saya tinggal (tepatnya daerah Sei Besar).

Hal penting untuk menuju ke danau ini harus mengetahui jalan masuk menuju danau ini dari jalan besar.  Jika dimulai dari Bundaran Banjarbaru maka arahkan kendaraan anda ke Jalan Cempaka.  Kemudian  lurus melewati Desa Tiung, Desa Pumpung dan Desa Bangkal, dan kemudian melewati gerbang bertuliskan “Selamat Jalan / Batas Wilayah Banjarbaru”. Setelah melewati gerbang batas wilayah tadi, maka kita akan memasuki Desa Banyu Irang.  Kemudian perhatikan Mesjid Jami Al Fallah sebagai patokannya, mesjid ini tidak besar di sebelah kanan jalan.  Tepat diseberang mesjid tersebut adalah jalan masuk ke Desa Imban.  Cukup ikuti jalan tersebut dan perhatikan kawasan tanda Bridgestone di sebelah kanan jalan.  Bagi yang membawa mobil maka tidak bisa melewati jembatan, sehingga harus melewati sungai di bawah jembatan, tenang sebenarnya sungai ini lebih tepat disebut genangan air yang mengalir di bawah jembatan hehe.

Masih kesulitan, nah kalau begitu bisa menggunakan titik ini untuk digunakan di GPS atau di Google Map:

  • Latitude: -3.575071
  • Longitude: 114.872068

masih kesulitan juga? Nih klik saja link Google Map di sini.

peta

Dari citra satelit ini dapat dilihat Danau Sari Ambun.

REY_9671-b

REY_9725-b

Di tengah danau ini (walau tidak terlalu di tengah banget) terdapat pulau (baca: gundukan tanah) yang bisa menjadi spot terbaik untuk mengambil foto ke arah bukit di seberang danau. Ada kayu yang menjadi pijakan ke “pulau” kecil itu tapi harus berhati-hati karena licin. Selain itu sebaiknya gunakan tongkat sebagai penyeimbang. Dan sebagai peringatan walau dipinggir kedalaman sekitar sepinggang orang dewasa.

REY_9678-b

Selain danau yang berwarna biru juga barisan pohon-pohon di seberang membuat segar mata memandang.

REY_9684-b

Saran saja, jika berkunjung ke lokasi ini, sebaiknya gunakan kamera Nikon untuk mendapatkan hasil yang terbaik #eh #iklan.

REY_9719-b

Waktu yang tepat datang ke sini adalah saat matahari miring misal pagi jam sampai jam 9, agar matahari berada di belakang kita saat memandang danau ini, sehingga cahayanya bisa dijadikan flash alami untuk memotret danau dan bukit di seberang. Selain itu kalau potret selfie juga bagus karena cahayanya pas ke badan dan wajah.

REY_9714-b

REY_9711-b

Selain itu cahanya juga bagus di rambut jika paginya keramas dan pakai kondisioner dulu :)

REY_9703-b

Dapat juga datang ke sini sore setelah jam 4 agar bisa menikmati danau dengan warna biru seperti saat pagi (asal tidak mendung), mungkin untuk duduk santai seperti ini.

REY_9737-b

Akhir kata jika berkunjung ke sini yang mungkin sudah sering didengar dan dibaca kalau berkunjung ke suatu tempat:

Jangan meninggalkan apapun kecuali jejak. Jangan mengambil apapun kecuali foto. Jangan membunuh apapun kecuali waktu.

image

Note:

Katanya posting blog itu harus dengan judul yang lebay dan membahana biar dibaca orang, seperti web-web yang ngga jelas yang menulis berita hoax dengan judul lebay, membahana dan provokatif itu demi masukan iklan itu loh #eh

Got anything to say? Go ahead and leave a comment!

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

Fotolia

Fotolia

ShutterStock


Fotolia
© 2013 eSevens
%d bloggers like this: