Memanjakan Indra Penglihatan dan Indra Perasa di Padang – Bukit Tinggi | M Reza Faisal

reza

full-time(software-developer,lecturer); part-time(traveller, food-tester);

Memanjakan Indra Penglihatan dan Indra Perasa di Padang – Bukit Tinggi

Dec 24, 2014 by     No Comments    Posted under: I am Experience

Akhirnya dapat kesempatan juga berkunjung ke Sumatera Barat yang katanya tempat dimana mempunyai pemandangan yang indah baik seascape maupun landscape :) Selain itu siapa yang tidak pernah mendengar “Rumah Makan Padang” atau “Nasi Kapau” … nah inilah tempat dimana “semua” warung, rumah makan atau restoran yang menyediakan masakan padang yang sudah terkenal kelezatannya itu :)

{Padang}

Perjalanan ke Padang kali ini bukan menggunakan biaya sendiri karena disponsori oleh Fakultas Teknologi Informasi Universitas Andalas yang kebetulan mengundang saya untuk menjadi pengisi materi seminar dan workshop selama 5 hari dari senin sampai jumat.

Perjalanan dimulai dari Minggu dari Banjarmasin – Jakarta – Padang, sesampai di Bandara Udara Internasional Minangkabau dilanjutkan perjalanan ke Universitas Andalas yang terletak di daerah Limau Manis. Area kampus Universitas Andalas sangat luas dengan gedung-gedung yang tersebar di area tersebut yang memerlukan nafas dan kalori yang banyak jika ingin mengelilingin area kampus ini dengan cara jalan kaki :) Tapi sangat cocok untuk dijadikan track untuk lari dengan tanjakan dan turunan yang mantab :))

WP_20140904_08_27_57_Pro

Sesampai di mes kampus ini langsung mencoba masakan khas Padang langsung di kota Padang tentunya yaitu Sate Padang, ah sudah lama tidak merasakan Sate Padang. Pilihan untuk menikmati menu yang satu ini tentunya harus di warung pinggir jalan, agar lebih merasakan nikmatnya :) Berikut adalah penampakan Sate Padang dari berbagai sudut pengambilan. Rasa sudah pasti pas nikmatnya, yang kurang cuma masalah porsi, jadi disarankan untuk mencoba 2 porsi agar rasa nikmatnya menjadi double :)

WP_20140831_16_49_35_Pro

Besok paginya tentunya perut harus diisi dengan cara sarapan, apalagi sarapan yang wajid jika bukan Lontong Sayur saja, bukan lontong sayur Padang karena semua lontong sayur disini pasti adalah lontong sayur padang :P Nah karena mesti ada kegiatan pagi untuk memberikan materi seminar jadi mencari warung yang paling dekat dengan lokasi seminar saja, jadilah dapat sepiring lontong sayur ini.

WP_20140901_07_59_14_Pro

Walau tampilannya sederhana tanpa terlihat sayuran dan mie tapi rasa kuahnya mantabs, yang kurang cuma telurnya tidak langsung direbus di kuah lontongnya. Ah sudah lah toh masih ada beberapa hari lagi disini :P

WP_20140901_09_07_17_Pro

Dan akhirnya seminar untuk mahasiswa pun dilakukan selama kurang lebih 4 jam, waktu yang sangat singkat jika harus memberikan paparan teknologi Microsoft dari pembahasan .NET Framework, Windows Forms, ASP.NET, Web API, Windows Phone sampai Azure :)

Jika berada di area Universitas Andalas (Unand) jangan kawatir susah untuk mencari makan enak, cukup pergi ke kawasan kantin dekat asrama mahasiswanya saja, maka sudah dapat menikamati masakan padang yang nikmat dan MURAAAAAAAAAAAAAAAAAAAH!!! Dengan budget 10-12 ribu rupiah sudah dapat menikmati sebungkus nasi dan menu lengkap. LIFE IS GOOD :)

Selama 5 hari di area kampus Unand ada ritual pagi, yaitu mencari kuliner khas Padang di pagi hari. Setelah lontong sayur, maka pagi berikutnya adalah ini. Lupa namanya dari campuran bubur kacang dan lupis ini, mungkin bubur kampium :)

WP_20140902_07_46_34_Pro

Dan tidak lupa untuk menikmati teh talua langsung di kota asalnya. Dan ini luar biasa rasanya, dengan tambahan sedikit rasa asin membuat teh ini terasa lebih gurih. Tidak biasanya ada rasa sedikit asin di teh talua yang pernah dirasakan sebelumnya :)

Pagi berikutnya masih dengan teh talua, tapi kali ini ditemani lontong pical dan mie berbumbu, seperti mie aceh :)

WP_20140903_07_53_17_Pro

Kalau di Bandung juga pernah merasakan lontong picah, tapi mie-nya tidak berbumbu seperti ini. Ini adalah salah satu warung fav selama berada di area kampus Unand.

WP_20140905_08_05_10_Pro

Dan akhirnya 5 hari workshop selesai sudah dan harus berpisah dengan para dosen dan mahasiswa Fakultas Teknologi Informasi ini.

WP_20140905_16_46_09_Pro

Selanjutnya sorenya langsung menu Padang kota, dengan menumpang salah satu dosen yang kebetulan pulang ke Padang kota. Di kota mengambil penginapan agar dekat dengan tempat-tempat kuliner yaitu di Hotel Hangtuah. Dari tempat ini cukup dengan melihat dari lobby maka sudah terlihat mall di depannya. Kalau tidak ingin ke mall maka bisa jalan kaki kurang dari 500m untuk menikmati Kubang Hayuda yang terkenal ini.

WP_20140905_18_45_11_Pro

Kubang Hayuda ini buka dari siang (mungkin, karena pagi tidak terlihat kehidupan di sini) sampai larut malam. Tempat yang cocok untuk bersosialisasi dengant teman-teman lama sambil menumpuk kalori. Dan benar saja, tempat ini memang cocok untuk bertemu teman lama, karena kebetulan sekali di sini bertemu dengan 2 orang teman lama sekaligus Amalfi FI97 dan Nina FI98, ah Indonesia itu memang sempit teman. Walau katanya terdiri dari ribuan pulau dan disatukan oleh lautan dan samudra tetapi tetap saja bisa bertemu kedua orang ini di sini :P

Setelah dari Kubang Hayuda, sepertinya tidak baik untuk berpisah dengan teman lama di sini, jadi dilanjutkan dengan untuk mendamparkan diri di tempat kuliner selanjutnya. Dari Kubang Hayuda cukup berjalan kaki menuju stasiun, kemudian jalan lurus sebentar untuk sampai di area kuliner padat pengunjung (lupa nama area tersebut). Yang pasti disana ada sate padang yang terkenal dan soto padang yang juga terkenal. Tapi malam itu kami tidak mampir di situ, tetapi langsung menuju ke tempat Es Durian

WP_20140905_20_34_59_Pro

Dan akhirnya malam ditutup dengan tidur nyenyak dengan perut kenyang untuk menyonsong perjalanan ke Bukit Tinggi, karena konon belum ke Sumatera Barat kalau belum ke Bukit Tinggi :) Dan perjalanan pun dimulai sejak pagi hari. Titik pemberhentian pertama adalah di Air Terjun Anai.

WP_20140906_08_55_09_Pro

Nah lumayan tinggi bukan? Cocok untuk para tukang motret slowspeed disini :)

REY_6778-resize-blog

Lumayan bukan dan silakan berkunjung ke https://www.flickr.com/photos/mrezafaisal/ jika ingin melihat foto-foto dengan ukuran yang lebih manusiawi :)

Di salah satu warung yang berada di area air terjun ini menemukan pisang rebus unik dengan warna merah muda dengan rasa yang manis, biasanya kalau makan rebus pisang tidak pernah berwarna seperti ini.

WP_20140906_09_20_42_Pro

Dan setelah beberapa lama sampai juga ke pemberhentian selanjutnya yaitu di Kelok 44, kelok terbanyak dan tertajam yang pernah dilewati :) … Denger-denger Kelok 44 ini merupakan salah jalan yang dilewati pesepeda peserta Tour de Singkarak. Kalau jalannya menurun sih ok tidak perlu usaha untuk mengayuh sepeda, cukup konsentrasi agar tidak sampai keluar jalan. Kelok ke-44 merupakan kelok paling atas dan kelok pertama di bawah yang juga merupakan Danau Maninjau yang bersejarah itu. Konon danau ini adalah bekas kawah gunung berapi yang meletus ratusan atau ribuan tahun yang lalu (konon), dan katanya hal itu bisa dibuktikan dengan kadang terlihat penampakan ikan yang mati karena kandungan belerang dari danau #CMIIW.

REY_6820-blog

Dan berikut adalah penampakan danau maninjau dilihat dari kelok ke-32. Iyeeee MENDUNG!!! :)

Di danau Maninjau, terdapat ikan bilis yang konon hanya ada di danau ini, ikan kecil seperti teri yang sangat cocok untuk dinikmati dengan dibuat peyek seperti ini.

WP_20140906_11_47_22_Pro

Siang, saatnya makan siang tentunya. Kebetulan tidak jauh dari Kelok 44 terdapat warung yang menyediakan menu khas daerah ini yaitu Bebek Lado Mudo yaitu bebek dengan kuang cape ijo muda. Seperti biasa, masakan khas Sumbar yang enak itu selalu memberikan sensasi yang berbeda yaitu pedasnya tidak membuat mulut dan lidah terasa tersengat dan sakit tapi biasanya membuat tengkuk keringatan :)

WP_20140906_12_50_50_Pro

Setelah kenyang dan melanjutkan perjalanan dan akhirnya sampai juga di Bukit Tinggi, dengan pemberhentian pertama di Ngarai Sihanok, konon ngarai ini merupakan bukti nyata dari patahan bumi yang melewati daerah Sumatera Barat. Di daerah ini juga bisa mengunjungi replikasi tembok cina :)

REY_6833-blog

Setelah selesai di sini, dilanjutkan ke pusat kota Bukit Tinggi. Tempat dimana kita bisa melihat jam gadang ini. Di sekitaran jam gadang ini bisa ditemui juga penjual cemilan yang mungkin hanya disini. Selain itu di dekatnya terdapat pasar yang menjual baju dan makanan.

REY_6847-blog

Sebut saja ada cemilan pisang bakar yang dipenyet (#eh), “keju” dari susu (lupa susu kambing atau sapi ya) dan yang paling penting di sini pula ada warung nasi kapau yang terkenal itu. Menu yang paling mantab yang harus dicoba di Bukit Tinggi adalah lemang dan minuman kawa daun. Konon kawa daun punya sejarah tersendiri, dulu di jaman penjajahan dimana biji kopi dari sini justru tidak bisa dinikmati oleh penduduknya karena dikirim keluar daerah. Maka daripada ngga merasakan sama sekali rasanya kopi, maka dibuatlah minuman sejenis kopi yang dibuat dari daun ini. Kawa daun ini disajikan dengan cangkir dari batok kelapa. Lemangnya juga nikmat dan unik karena ditengahnya ada pisang merah muda :)

WP_20140906_16_21_09_Pro

Tapi sebagai pecinta teh talua sejati harus mencoba tea talua ala Bukit Tinggi yang disantap dengan lemang dan “cocolan” duren.

WP_20140906_16_29_49_Pro

Dan jangan lupa selagi berada di Bukit Tinggi harus membawa Sanjai Nina ini, dijamin rasanya tidak kalah dengan Sanjai lainnya yang sudah lebih dulu ada, dan tentunya harganya lebih murah #iklan, maklum Nina juga yang menjadi guide selama ada di Bukit Tinggi :)

WP_20140906_17_04_56_Pro

Dan berakhir sudahlah lawatan ke Bukit Tinggi, dan perjalanan kembali ke Padang, dan kembali melanjutkan wisata kuliner dengan menikmati soto padang, santai christine hakim dan jalan-jalan ke Jembatan Siti Nurbaya.

WP_20140906_21_04_32_Pro

REY_6889-blog

Dan selesai sudahlah perjalanan di Padang – Bukit Tinggi ini, masih banyak daerah yang katanya bisa memberikan kenikmatan kuliner dan landscape yang indah di sini, tapi waktu bebas selama 1 hari tidak cukup untuk menyelesaikan semuanya. Mungkin lain kali.

Got anything to say? Go ahead and leave a comment!

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.

Fotolia

Fotolia

ShutterStock


Fotolia
© 2013 eSevens
%d bloggers like this: